Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
sumber: http://nurudin.jauhari.net
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Amin Yaa Rabbalalamin
Senin, 31 Januari 2011
Tuhan Sembilan Senti
Jumat, 28 Januari 2011
sosial anak
Perkembangan sosial anak berhubungan dengan kemampuan
anak dalam berinteraksi dengan teman sebaya, orang dewasa, atau
lingkungan pergaulan yang lebih luas. Dengan demikian, permasalahan
anak dalam bidang sosial juga berkaitan dengan pergaulan atau
hubungan sosial, yang meliputi perilaku-perilaku sebagai berikut.
a. Tingkah laku agresif
b. Daya suai kurang
c. Pemalu
d. Anak manja
e. Negativisme
f. Perilaku berkuasa
g. Perilaku merusak
anak dalam berinteraksi dengan teman sebaya, orang dewasa, atau
lingkungan pergaulan yang lebih luas. Dengan demikian, permasalahan
anak dalam bidang sosial juga berkaitan dengan pergaulan atau
hubungan sosial, yang meliputi perilaku-perilaku sebagai berikut.
a. Tingkah laku agresif
b. Daya suai kurang
c. Pemalu
d. Anak manja
e. Negativisme
f. Perilaku berkuasa
g. Perilaku merusak
Pendidikan Anak Usia Dini
perkembangan anak ke arah yang positif dan kondusif, guru, pendidik perlu mengupayakan melalui kreativitasnya dengan memvariasikan berbagai strategi dalam kegiatan pembelajarannya. Dengan berbagai cara menggabungkan berbagai strategi pembelajaran yang guru berikan maka akan merangsang sensory (indra) anak selalu terlibat dalam pembelajaran. Untuk itu, strategi pembelajaran perlu dikombinasikan dengan cara yang berbeda dalam melakukan aktivitas yang memilki fungsi dan bentuk secara beragam. Guru dapat menerapkan beberapa macam aktivitas belajar sosial anak yang umumnya dilakukan dalam pembelajaran pada anak TK atau Usia Dini diantara :
Demonstrasi
Demonstrasi diartikan sebagai pemberian contoh dari seseorang, baik guru atau orang lain, kepada anak. Secara umum demonstrasi melibatkan satu yang mendemonstrasikan kepada orang lain, mengenai bagaimana sesuatu itu bekerja atau bagaimana tugas itu dikerjakan, kapan orang mendemonstrasikan sesuatu guru menggunakan metode demonstrasi, biasanya untuk mendemonstrasikan instruksi pada anak-anak umum da tiga tahap penggunaan model demonstrasi yaitu:
• Menghasilkan atensi anak
• Menunjukkan sesuatu pada anak
• Meminta anak untuk merespon apa yang dilihatnya dengan lisan atau perbuatan.
Contoh penerapan strategi pembelajaran demontrasi pada anak TK atau usia dini. Seperti pada pengembangan seni (1) Guru terlebih dahulu mempersiapkan alat gambar, (2) Guru mendemonstrasikan salah satu gambar, (3) Anak dapat meniru gambar yang dimonstrasikan oleh guru, (4) anak memperlihatkan hasilnya kepada guru.
Misal: bagaimana guru menjelaskan dan menunjukkan cara membuat garis lurus dan garis lengkung dan menggunakan alat tulis seperti spidol, kapur. Garis lurus dapat dibuat panjang dan dapat dibuat pendek. Dapat dibuat mendaftar, tegak lurus, miring ke kanan, miring ke kiri dan lain sebagainya.
Dengan kegiatan demonstrasi, guru dapat meningkatkan pemanfaatan pemahaman anak melalui penglihatan dan pendengaran. Anak diminta untuk memperhatikan dan mendengarkan baik-baik semua keyerangan guru sehingga ia lebih paham tentang cara mengerjakan sesuatu. Dengan demikian selanjutnya anak dapat meniru bagaimana caranya melakukan hal tersebut seperti yang dicontohkan oleh guru.
Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan pleh dengan menggunakan kegiatan demonstrasi, misalkan: mengamati bagaimana cara menggunting pola pada ketas gambar. Mulai dari cara memegang kertas gambar dengan tangan kiri, memegang gunting di tangan kanan secara benar. Dan mulai menggunting dari titi awal dan diteruskan sampai selesai.
Manfaat kegiatan demonstrasi dapat dipergunakan untuk memenuhi dua fungsi. Pertama, dapat dipergunakan ilustrasi dalam menjelaskan informasi kepada anak. Bagi anak dapat melihat bagaimana sesuatu peristiwa berlangsung, lebih menarik, dan merangsang perhatian, serta lebih menantang daripada hanya mendengar penjelasan guru. Misalnya dalam menjelaskan konsep-konsep yang berkaitan nilai-nilai sosial akan lebih berhasil bila penerapan nilai-nilai tersebut didramatisasi dengan menggunakan ilustrasi. Contoh bila guru menanamkan nilai-nilai Pancasila pada anak diperlukan ilustrasi melalui simulasi. Seperti dalam kehidupan sehari-hari dalam ilustrasi peristiwa keluarga: saat berangkat sekolah, makan bersama, mengunjungi teman sakit dan sebagainya.
Kedua, demonstrasi dapat membantu meningkatkan daya pikir anak usia dini, TK terutama daya pikir anak dalam peningkatan kemampuan mengenal, mengingat, berpikir konvergen, dan berpikir evaluatif. Pengembangan daya pikir yang dimulai di anak usia dini, TK, akan sangat membantu anak dalam memperoleh pengalaman belajar di bidang ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial.
Tantangan
Proses pembelajaran adalah proses yang menantang siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir, yakni merangsang kerja otak secara maksimal. Kemampuan tersebut dapat ditumbuhkan dengan cara mengembangkan rasa ingin tahu siswa melalui kegiatan mencoba-coba, berpikir secara intuitif atau bereksplorasi. Apapun yang diberikan (learning how to learn) dan melakukan (learning how to do). Apabila guru akan memberikan informasi yang sudah jadi yang siap “ditelan” siswa, akan tetapi informasi yang mampu membangkitkan siswa untuk mau “mengunyahnya”, untuk memikirkannya sebelum ia ambil kesimpulan. Untuk itu dalam hal-hal tertentu sebaiknya guru memberikan informasi yang “meragukan”, kemudian karena keraguan itulah siswa terangsang untuk membuktikannya.
Menurut hasil penelitian terdapat hubungan yang erat antara proses memperoleh pengalaman yang sebenarnya dengan pendidikan (Kolb, 1985:5). Oleh karena itu, pendidikan untuk anak usia dini, TK harus diintegrasikan dengan lingkungan kehidupan anak yang banyak menghadapkan anak dengan pengalaman langsung. Karena lingkungan merupakan kehidupan sebagai pribadi dan terutama lingkungan kehidupan anak dalam kelompok, banyak memberikan pengalaman bagaimana cara melakukan sesuatu yang terdiri atas serangkaian tingkah laku yang dimaksud.
Di dalam kehidupan kelompok, masing-masing anak belajar untuk dapat mengatur diri sendiri agar dapat membina persahabatan, berperan serta dalam kegiatan kelompok, memecahkan masalah yang dihadapi kelompok dan bekerjasama dalam kelompoknya.
Tugas guru bertindak sebagai fasilitator yang harus menyediakan alat-alat dan bahan ajaran beserta media yang berorientasi pada kebutuhan dan minat, yang menantang anak untuk mencurahkan kemampuan dan keterampilan serta kreativitasnya dalam melaksanakan bagian pekerjaan yang menjadi bagianya dan kelompoknya.
Solusi atau Cara Pemecahan Masalah
Aktivitas pemecahan masalah merupakan variasi dari pengalaman ”Guided Discovery” Mosston dan Asworth (1994) menguraikan makna pemecahan masalah adalah bahwa, ” Anak merencanakan, memprediksi, mengambil keputusan, mengobservasi hasil dari aksinya, dan membuat kesimpulan sementara guru bertindak sebagai fasilitator. Anak-anak dibangkitkan melalui berbagai masalah pengembangan fisik, motorik, sosial-emosional, kognitif, bahasa dan nilai-nilai moral.
Kadang-kadang masalah itu muncul secara alamiah. Masalah terbaik bagi anak adalah berpikir tentang keterlibatannya dengan berbagai cara, dengan menggabungkan berbagai informasi secara benar, dan memiliki lebih dari satu upaya jalan keluarnya atau solusi.
Beberapa tahapan yang dapat dilakukan guru dalam menggunakan strategi pembelajaran pemecahan masalah :
• Menyadari adanya masalah dengan mengidentifikasi
• Mengumpulkan informasi
• Merancang solusi
• Menguji coba solusi
• Mengambil kesimpulan
• Menyampaikan hasil.
Contoh penerapan strategi pemecahan masalah pada anak usia dini, TK sebagai berikut: (1). Anak diberikan beberapa benda yang sudah ada nomornya dari 1-10, (2) anak diminta untuk mengurutkan benda 1-5 berdasarkan urutan tinggi rendah: besar-kecil: berat-ringan:dan tebal-tipis, (3) anak dapat memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk 2 pola yang berurutan, (4) anak dapat mengambil kesimpulan mengenai urutan yang sebenarnya, (5) anak dapat menceritakan hasilnya kepada gurunya.
Informasi Langsung
Anak usia dini (usia TK) mempunyai dorongan yang kuat untuk mengenal lingkungan alam sekitar dan lingkungan sosial lebih baik. Anak ingin memahami segala sesuatu yang dilihat dan didengar. Segala sesuatu yang diamati oleh indranya. Untuk menggapai dorongan tersebut anak berusaha menemukan jawabannya dengan berbagai cara. Misalnya, jawaban terhadap segala sesuatu yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan atau diraba itu. Tentang bagaimana terjadinya, dari mana segala sesuatu itu berasal. Atau apa yang terjadi bila sesuatu itu dipegang, diubah kedudukannya, dibanting dan sebagainya.
Rasa ingin tahu anak usia dini (TK) tidak terbatas pada hal-hal tersebut di atas melainkan juga berusaha untuk menemukan sendiri jawaban yang berkaitan dengan upaya memahami manusia yang berada dilingkungannya, yaitu tentang bagaimana cara bergaul dengan teman, pada perasaan teman terhadap saya, mengapa teman melakukan hal itu kepada saya, dan sebagainya.
Untuk memperoleh informasi dan pengalaman anak usia dini (TK) mempunyai dorongan yang kuat untuk menjelajahi dan meneliti lingkungannya. Dengan menggerakkan atau memainkan sesuatu, anak medmperoleh pengalaman. Anak juga mempunyai dorongan yang kuat untuk menguji dan mencoba kemampuan dan keterampilanya terhadap sesuatu. Kegiatan menguji dan mencoba ini tidak hanya memberikan kesenagan bagi anak melainkan juga memberi pemahamn yang lebih baik tentang sifat-sifat yang dimiliki sesuatu benda. Karena itu, bila anak mendapatkan kesempatan untuk bereksperimentasi, mencoba, menguji dengan berbagai sumber belajar mereka akan memperoleh penyempurnaan dalam cara kerja mereka dan juga dapat mengapresiasi cara kerja anak lain.
Untuk memenuhi dorongan ingin memahami lingkunganya anak seringkali berbicara sendiri, bertanya kepada teman atau teman yang ditemuinya. Anak ingin berbagi informasi, ingin bertukar pendapat, ingin menayakan sesuatu. Pembicaraan anak biasanya berpusat pada kejadian-kejadian dalamkeluarga, hewan peliharaanya, kakak adik, alat permainanany da sebagainya. Untuk itu kita dapat memanfaatkan topik-topik tersebut dapat dimanfaatkan bagi guru sebagai daya tarik dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.
Demonstrasi
Demonstrasi diartikan sebagai pemberian contoh dari seseorang, baik guru atau orang lain, kepada anak. Secara umum demonstrasi melibatkan satu yang mendemonstrasikan kepada orang lain, mengenai bagaimana sesuatu itu bekerja atau bagaimana tugas itu dikerjakan, kapan orang mendemonstrasikan sesuatu guru menggunakan metode demonstrasi, biasanya untuk mendemonstrasikan instruksi pada anak-anak umum da tiga tahap penggunaan model demonstrasi yaitu:
• Menghasilkan atensi anak
• Menunjukkan sesuatu pada anak
• Meminta anak untuk merespon apa yang dilihatnya dengan lisan atau perbuatan.
Contoh penerapan strategi pembelajaran demontrasi pada anak TK atau usia dini. Seperti pada pengembangan seni (1) Guru terlebih dahulu mempersiapkan alat gambar, (2) Guru mendemonstrasikan salah satu gambar, (3) Anak dapat meniru gambar yang dimonstrasikan oleh guru, (4) anak memperlihatkan hasilnya kepada guru.
Misal: bagaimana guru menjelaskan dan menunjukkan cara membuat garis lurus dan garis lengkung dan menggunakan alat tulis seperti spidol, kapur. Garis lurus dapat dibuat panjang dan dapat dibuat pendek. Dapat dibuat mendaftar, tegak lurus, miring ke kanan, miring ke kiri dan lain sebagainya.
Dengan kegiatan demonstrasi, guru dapat meningkatkan pemanfaatan pemahaman anak melalui penglihatan dan pendengaran. Anak diminta untuk memperhatikan dan mendengarkan baik-baik semua keyerangan guru sehingga ia lebih paham tentang cara mengerjakan sesuatu. Dengan demikian selanjutnya anak dapat meniru bagaimana caranya melakukan hal tersebut seperti yang dicontohkan oleh guru.
Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan pleh dengan menggunakan kegiatan demonstrasi, misalkan: mengamati bagaimana cara menggunting pola pada ketas gambar. Mulai dari cara memegang kertas gambar dengan tangan kiri, memegang gunting di tangan kanan secara benar. Dan mulai menggunting dari titi awal dan diteruskan sampai selesai.
Manfaat kegiatan demonstrasi dapat dipergunakan untuk memenuhi dua fungsi. Pertama, dapat dipergunakan ilustrasi dalam menjelaskan informasi kepada anak. Bagi anak dapat melihat bagaimana sesuatu peristiwa berlangsung, lebih menarik, dan merangsang perhatian, serta lebih menantang daripada hanya mendengar penjelasan guru. Misalnya dalam menjelaskan konsep-konsep yang berkaitan nilai-nilai sosial akan lebih berhasil bila penerapan nilai-nilai tersebut didramatisasi dengan menggunakan ilustrasi. Contoh bila guru menanamkan nilai-nilai Pancasila pada anak diperlukan ilustrasi melalui simulasi. Seperti dalam kehidupan sehari-hari dalam ilustrasi peristiwa keluarga: saat berangkat sekolah, makan bersama, mengunjungi teman sakit dan sebagainya.
Kedua, demonstrasi dapat membantu meningkatkan daya pikir anak usia dini, TK terutama daya pikir anak dalam peningkatan kemampuan mengenal, mengingat, berpikir konvergen, dan berpikir evaluatif. Pengembangan daya pikir yang dimulai di anak usia dini, TK, akan sangat membantu anak dalam memperoleh pengalaman belajar di bidang ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial.
Tantangan
Proses pembelajaran adalah proses yang menantang siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir, yakni merangsang kerja otak secara maksimal. Kemampuan tersebut dapat ditumbuhkan dengan cara mengembangkan rasa ingin tahu siswa melalui kegiatan mencoba-coba, berpikir secara intuitif atau bereksplorasi. Apapun yang diberikan (learning how to learn) dan melakukan (learning how to do). Apabila guru akan memberikan informasi yang sudah jadi yang siap “ditelan” siswa, akan tetapi informasi yang mampu membangkitkan siswa untuk mau “mengunyahnya”, untuk memikirkannya sebelum ia ambil kesimpulan. Untuk itu dalam hal-hal tertentu sebaiknya guru memberikan informasi yang “meragukan”, kemudian karena keraguan itulah siswa terangsang untuk membuktikannya.
Menurut hasil penelitian terdapat hubungan yang erat antara proses memperoleh pengalaman yang sebenarnya dengan pendidikan (Kolb, 1985:5). Oleh karena itu, pendidikan untuk anak usia dini, TK harus diintegrasikan dengan lingkungan kehidupan anak yang banyak menghadapkan anak dengan pengalaman langsung. Karena lingkungan merupakan kehidupan sebagai pribadi dan terutama lingkungan kehidupan anak dalam kelompok, banyak memberikan pengalaman bagaimana cara melakukan sesuatu yang terdiri atas serangkaian tingkah laku yang dimaksud.
Di dalam kehidupan kelompok, masing-masing anak belajar untuk dapat mengatur diri sendiri agar dapat membina persahabatan, berperan serta dalam kegiatan kelompok, memecahkan masalah yang dihadapi kelompok dan bekerjasama dalam kelompoknya.
Tugas guru bertindak sebagai fasilitator yang harus menyediakan alat-alat dan bahan ajaran beserta media yang berorientasi pada kebutuhan dan minat, yang menantang anak untuk mencurahkan kemampuan dan keterampilan serta kreativitasnya dalam melaksanakan bagian pekerjaan yang menjadi bagianya dan kelompoknya.
Solusi atau Cara Pemecahan Masalah
Aktivitas pemecahan masalah merupakan variasi dari pengalaman ”Guided Discovery” Mosston dan Asworth (1994) menguraikan makna pemecahan masalah adalah bahwa, ” Anak merencanakan, memprediksi, mengambil keputusan, mengobservasi hasil dari aksinya, dan membuat kesimpulan sementara guru bertindak sebagai fasilitator. Anak-anak dibangkitkan melalui berbagai masalah pengembangan fisik, motorik, sosial-emosional, kognitif, bahasa dan nilai-nilai moral.
Kadang-kadang masalah itu muncul secara alamiah. Masalah terbaik bagi anak adalah berpikir tentang keterlibatannya dengan berbagai cara, dengan menggabungkan berbagai informasi secara benar, dan memiliki lebih dari satu upaya jalan keluarnya atau solusi.
Beberapa tahapan yang dapat dilakukan guru dalam menggunakan strategi pembelajaran pemecahan masalah :
• Menyadari adanya masalah dengan mengidentifikasi
• Mengumpulkan informasi
• Merancang solusi
• Menguji coba solusi
• Mengambil kesimpulan
• Menyampaikan hasil.
Contoh penerapan strategi pemecahan masalah pada anak usia dini, TK sebagai berikut: (1). Anak diberikan beberapa benda yang sudah ada nomornya dari 1-10, (2) anak diminta untuk mengurutkan benda 1-5 berdasarkan urutan tinggi rendah: besar-kecil: berat-ringan:dan tebal-tipis, (3) anak dapat memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk 2 pola yang berurutan, (4) anak dapat mengambil kesimpulan mengenai urutan yang sebenarnya, (5) anak dapat menceritakan hasilnya kepada gurunya.
Informasi Langsung
Anak usia dini (usia TK) mempunyai dorongan yang kuat untuk mengenal lingkungan alam sekitar dan lingkungan sosial lebih baik. Anak ingin memahami segala sesuatu yang dilihat dan didengar. Segala sesuatu yang diamati oleh indranya. Untuk menggapai dorongan tersebut anak berusaha menemukan jawabannya dengan berbagai cara. Misalnya, jawaban terhadap segala sesuatu yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan atau diraba itu. Tentang bagaimana terjadinya, dari mana segala sesuatu itu berasal. Atau apa yang terjadi bila sesuatu itu dipegang, diubah kedudukannya, dibanting dan sebagainya.
Rasa ingin tahu anak usia dini (TK) tidak terbatas pada hal-hal tersebut di atas melainkan juga berusaha untuk menemukan sendiri jawaban yang berkaitan dengan upaya memahami manusia yang berada dilingkungannya, yaitu tentang bagaimana cara bergaul dengan teman, pada perasaan teman terhadap saya, mengapa teman melakukan hal itu kepada saya, dan sebagainya.
Untuk memperoleh informasi dan pengalaman anak usia dini (TK) mempunyai dorongan yang kuat untuk menjelajahi dan meneliti lingkungannya. Dengan menggerakkan atau memainkan sesuatu, anak medmperoleh pengalaman. Anak juga mempunyai dorongan yang kuat untuk menguji dan mencoba kemampuan dan keterampilanya terhadap sesuatu. Kegiatan menguji dan mencoba ini tidak hanya memberikan kesenagan bagi anak melainkan juga memberi pemahamn yang lebih baik tentang sifat-sifat yang dimiliki sesuatu benda. Karena itu, bila anak mendapatkan kesempatan untuk bereksperimentasi, mencoba, menguji dengan berbagai sumber belajar mereka akan memperoleh penyempurnaan dalam cara kerja mereka dan juga dapat mengapresiasi cara kerja anak lain.
Untuk memenuhi dorongan ingin memahami lingkunganya anak seringkali berbicara sendiri, bertanya kepada teman atau teman yang ditemuinya. Anak ingin berbagi informasi, ingin bertukar pendapat, ingin menayakan sesuatu. Pembicaraan anak biasanya berpusat pada kejadian-kejadian dalamkeluarga, hewan peliharaanya, kakak adik, alat permainanany da sebagainya. Untuk itu kita dapat memanfaatkan topik-topik tersebut dapat dimanfaatkan bagi guru sebagai daya tarik dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.
Selasa, 25 Januari 2011
ANTARA NASYID DENGAN AL-QUR’AN
Tak ada syair yang seindah Al-Qur’an karena ia dibuat dengan kalam Allah SWT. Seinda apapun bait kata dalam nasyid yang ditujukan untuk menggugah gairah seorang muslim, namun sungguh tak dapat menandingi gairah yang ditimbulkan karena melantunkan ayat-ayat Allah (Al-Qur’an).
Namun begitu banyak nasyid yang didendangkan oleh kaum muslimin dari nasyid perjuangan, cinta illahi, hingga samara, dari syair yang musiknya bombastis hingga hanya syairnya saja semua itu ditujukan untuk menghibur hati, namun sudah seharusnya bagi orang-orang beriman hiburan tertinggi untuk mereka adalah Al-Qur’an karena Al-Qur’an dapat menjadi penawar hati yang sedang sakit
“Dan, Kami turunkan, Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orana-orang beriman. “(Al-Isra’: 82).
Nasyid digunakan sarana untuk berdakwah dan juga hiburan tidak ada salahnya bernasyid, namun terkadang kita berlebihan dalam bernasyid. Lihatlah……, mengapalah hafalan nasyid kita lebih banyak dibandingkan dengan hafalan A-Qur’an kita,,? Mengapalah intensitas mendengarkan nasyid kita lebih banyak daripada mendengar Al-Qur’an..?, kita sering menyanikan nasyid, namun sedikit melantunkan Al-Qur’an.
Kita dapat dengan bangga menyanyikan nasyid “tekad” dari lzzis misalnya. Namun jarang dengan gairah tinggi kita untuk melantunkan Al-Anfal. Kita sering menitikkan air mata kita dengan tertegun bila mendengar nasyid bernada sendu seperti “Taubat” dari Ar-Rayyan, namun jarang sekali kita menitikkan air mata ketika melantunkan QS. Al-Baqoroh : 284-286…
Ya Rabbi…., Ampunilah kami jika kami bersalah dan tidak tergetar hati kami ketika kami disebut asma-Mu..
Astaghfirullah………………..
Rabu, 19 Januari 2011
TIPS SALAFUS SHALEH DALAM MEMILIH PASANGAN HIDUP
oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal
Disebutkan dalam kitab “tahdzibul kamaal” karya Al-Hafizh Al-Mizzi:
Berkata Yahya bin Yahya An-Naisaburi: suatu ketika aku berada di sisi Sufyan bin Uyainah, tiba-tiba ada seorang lelaki datang lalu berkata: Wahai Abu Muhammad! Aku mengeluhkan kepadamu perihal fulanah –isterinya, saya orang yang paling hina dan rendah menurutnya!
Maka Sufyan diam beberapa saat, lalu mengangkat kepalanya dan berkata: jangan- jangan engkau sangat berharap kepadanya sehingga menjadikannya semakin merasa tinggi?
Ia menjawab: benar demikian wahai Abu Muhammad,!
Berkata Sufyan:
من ذهب إلى العز ابتلي بالذل، ومن ذهب إلى المال ابتلي بالفقر، ومن ذهب إلى الدين يجمع الله له العز والمال مع الدين
“Siapa yang mencari kemuliaan (dengan nasab keturunan), maka dia akan ditimpa musibah kehinaan, dan siapa yang mencari harta, maka dia akan ditimpa kemiskinan, dan siapa yang mencari agama, maka Allah mengumpulkan untuknya kemuliaan, harta, sekaligus agama.”
Lalu Beliau mulai bercerita:
“Kami empat bersaudara: Muhammad, Imran, Ibrahim dan saya sendiri. Muhammad yang tertua diantara kami sedangkan Imran adalah yang bungsu, aku pertengahan diantara mereka.Tatkala Muhammad ingin menikah, dia ingin mencari wanita berketurunan bangsawan, maka diapun menikahi wanita yang lebih mulia nasab keturunannya dibanding dirinya, maka Allah menimpakan musibah kehinaan kepadanya. Adapun Imran menginginkan harta, maka dia menikahi wanita yang lebih kaya darinya, maka Allah menimpakan kemiskinan kepadanya, dimana keluarga wanita itu mengambil semua miliknya dan tidak menyisakan sama sekali untuknya!. Akupun memperhatikan keadaan keduanya, lalu datanglah Ma’mar bin Rasyid kepada kami, maka akupun meminta pendapatnya sambil aku menceritakan kisah kedua saudaraku. Maka Beliaupun mengingatkan aku hadits
Yahya bin Ja’dah dan hadits Aisyah. Adapun hadits Yahya bin Ja’dah, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
تنكح المرأة على أربع: دينها، وحسبها، ومالها، وجمالها، فعليك بذات الدين تربت يداك “.
“Wanita dinikahi karena empat hal: agamanya,keturunannya, hartanya dan kecantikannya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, (jika tidak) maka celaka engkau.”
Dan hadits Aisyah bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“ أعظم النساء بركة أيسرهن مؤنة
“wanita yang paling banyak berkahnya adalah yang paling mudah maharnya.”
Maka akupun memilih untuk diriku waniita yang memiliki agama dan mahar yang ringan sebagai wujud mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, maka Allah Ta’ala menganugerahkan kepadaku kemuliaan, harta sekaligus agama.”
In this photo: Abu Habibi Naufal Abrar (photos), Daud Antidukun, Sukpandiar Idris (photos), Jens Imut (photos), Abu Haritz, Cipto Abu Yahya (photos), Anwar Baru Belajar, Sobat Gaul Menanti Dibataswaktu (photos), Nurchan AbiNya Dzikra, Anton Yun, Abey Al Ghuroba' Bali, Abu Salsabila Habibie Ihsan, Heri Pahlawadi, Basharahil باشراحيل, Junaidi Papi (photos), Yulesvan Abu Zaid, Abu Hashifah Rickywahyudi (photos), Abu Hatim Ath Tholiby, Amar Cah Aswaja (photos), Azlan Abu Royyan, Ibnu Jauhary Al Bantuly, Ahmad Al-Jakarti, Abu Ihsan Tono Aja, Abu Syaddad Umar Baladraf (photos), Ei Dika, Hamidah Binti Asy-Syarief (photos), Abu Abdillah Ibnu Sholeh, Kautsar Noorsito, Zafran 'Dan' Zefiro, Adi Ziyad, Ikhwan Salafy Sidrap, Abi Abdirrahman Detri, Oposisi Kebatilan (photos), Fathul Baari (photos), Nasir Eddumayyi, Gunawan Iman Prasetyo, Ck Kc Ck, Irsyad Syakir Al Barbasy, Eric Meirino Sandy, Abu Abrar Ad-Depoky, Abu Haidar Mu'tashim Pudji, Tak Dikenal, Heri Abu Aisyah, 'Alv Vin (photos), Anak Agung Paling Gede, Rio Raziqin, Baru Belajar Sabar (photos), Akhdan Zf, Didit Fitriawan, Muhammad Al-Asry Al-Salafy
{ kewajiban menutup aurot }
PENGERTIAN AURAT
Aurat diambil dari perkataan Arab 'Aurah' yang bererti keaiban. Manakala dalam istilah feqah pula aurat diartikan sebagai bahagian tubuh badan seseorang yang wajib ditutup atau dilindungi dari pandangan.
Di dalam islam terdapat beberapa keadaan di mana masyarakat islam dibenarkan membuka aurat dan ia hanya pada orang-orang yang tertentu. Di dalam risalah ini akan diterangkan beberapa perkara yang bersangkutan dengan aurat untuk dijadikan renungan dan tatapan bersama.
PERINTAH MENUTUP AURAT
Perintah menutup aurat telah difirmankan oleh allah s.w.t dalam surah al-ahzab ayat 33 yang bermaksud :
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat,tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu,hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
Dalam hal ini Allah s.w.t telah berfirman dalam surah al-ahzab ayat 59 yang bermaksud :
Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isteri mu anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka menghulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.
ASAS AURAT
Islam telah menggariskan batasan aurat pada lelaki dan wanita.Aurat asas pada lelaki adalah menutup antara pusat dan lutut. Manakala aurat wanita pula adalah menutup seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan.
Aurat lelaki pada bila-bila masa dan apabila bersama-sama sesiapa pun adalah sama iaitu antara pusat dan lutut. Tetapi bagi wanita terdapat perbezaan dalam beberapa keadaan antaranya :
1. Aurat Ketika Sembahyang
Aurat wanita ketika sembahyang adalah menutup seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan.
2. Aurat Ketika Sendirian
Aurat wanita ketika mereka bersendirian adalah bahagian anggota pusat dan lutut. Ini bererti bahagian tubuh yang tidak boleh dilihat antara pusat dan lutut.
3. Aurat Ketika Bersama Mahram
Pada asasnya aurat seseorang wanita dengan mahramnya adalah antara pusat dan lutut. Walau pun begitu wanita dituntut agar menutup mana-mana bahagian tubuh badan yang boleh menaikkan syahwat lelaki walaupun mahram sendiri.
Perkara ini dilakukan bagi menjaga adab dan tatsusila wanita terutana dalam menjaga kehormatan agar perkara-perkara sumbang yang tidak diingini tidak akan berlaku.
Oleh itu, pakaian yang labuh dan menutup tubuh badan dapat menutup syahwat lelaki. Pakaian yang digalakkan walaupun semasa bersama mahram adalah pakaian yang lengkap dan labuh.
Syarak telah menggariskan golongan yang dianggap sebagai mahram kepada seseorang wanita iaitu :
1.Suami
2.Ayah,termasuk datuk belah ibu dan bapa
3.Ayah mertua
4.Anak-anak lelaki termasuk cucu sama ada dari anak lelaki atau perempuan
5. Anak-anak suami
Dalam perkara ini islam mengharuskan isteri bergaul dengan anak suami karena wanita tersebut telah dianggap dan berperanan sebagai ibu kepada anak-anak suaminya.
6. Saudara lelaki kandung atau seibu atau sebapa
7. Anak saudara lelaki karena mereka ini tidak boleh dinikahi selama-lamanya
8. Anak saudara dari saudara perempuan
9. Sesama wanita sama ada kaitan keturunan atau seagama
10. Hamba sahaya
11. Pelayan yang tidak ada nafsu syahwat
12. Anak-anak kecil yang belum mempunyai syahwat terhadap wanita. Walau pun begitu, bagi kanak-kanak yang telah mempunyai syahwat tetapi belum baligh,wanita dilarang menampakkan aurat terhadap mereka.
Al-quran dengan jelas menerangkan perkara ini dalam surah An-Nur ayat 31 yang bermaksud :
" Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya, dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka, atau bapa mertua mereka, atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan, dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka, dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya".
Imam Syafie berpendapat perhiasan yang dimaksudkan dalam ayat diatas terbahagi kepada dua makna iaitu:
1. Perhiasan yang bersifat semulajadi seperti muka,pipi,mulut,mata,bibir,hidung,kaki,betis,peha dan lain-lain anggota.
2. Perhiasan seperti pakaian,alat-alat solek,cincin,rantai leher, gelang kaki dan sebagainya.
3.Oleh itu, umat islam digalakkan mengawal diri agar tidak melanggar batasan-batasan yang telah digariskan oleh islam terutamanya dalam soal perhiasan dan berpakaian.
4.Aurat Ketika Di Hadapan Lelaki Bukan Mahram Kewajipan menutup aurat dihadapan lelaki bukan mahram adalah amat penting dan perlu dilaksanakan oleh setiap wanita, bagi mengelak berlaku perkara yang tidak diingini seperti rogol dan sebagainya.
Perkara ini terjadi disebabkan memuncaknya nafsu para lelaki akibat dari penglihatan terhadap wanita yang memakai pakaian yang tidak senonoh dan mendedahkan sebahagian tubuh badan mereka.
Wanita yang bersuami pula, dengan terlaksanakan kewajipan ini, akan dapat membantu suami, yang mana dosa seorang isteri yang membuka aurat akan ditanggung oleh suami.
Oleh itu, wanita-wanita perlulah memahami batas-batas aurat ketika berhadapan dengan orang-orang yang tertentu dalam keadaan yang berbeza-beza.
5. Aurat Ketika Di Hadapan Wanita Kafir, Aurat wanita apabila berhadapan atau bergaul dengan wanita bukan islam adalah tutup keseluruhan tubuh badan kecuali muka dan tapak tangan.
Rasulullah s.a.w bersabda dalam sebuah hadis yang bermaksud : Abdullah bin Abbas ada menyatakan, Rasulullah s.a.w pernah bersabda yang maksudnya : " Tidak halal kaum wanita islam itu dilihat oleh kaum Yahudi dan Nasrani".
6. Aurat Ketika Bersama Suami
Apabila seorang isteri bersama-sama dengan suaminya di tempat yang terlindung dari pandangan orang lain, maka islam telah memberi kelonggaran dengan tiada membataskan aurat pada suaminya.
Ini bererti suami dan isteri tiada sebarang batasan aurat terhadap mereka berdua. Isteri boleh mendedahkan seluruh anggota badannya bila berhadapan dengan suaminya.
Mu'awiyah bin Haidah mengatakan : "Aku pernah bertanya : Ya rasulullah , bagaimanakah aurat kami, apakah boleh dilihat oleh orang lain?". Baginda menjawab :"Jagalah auratmu kecuali terhadap isterimu atau hamba abdi milikmu". Aku bertanya lagi :" Ya rasulullah , bagaimanakah kalau ramai orang mandi bercampur-baur di satu tempat? " Baginda menjawab : "Berusahalah seboleh mungkin agar engkau tidak melihat auratmu". Aku masih bertanya lagi: " Ya rasulullah, bagaimanakah kalau orang mandi sendirian?" Baginda menjawab : " Seharuslah ia lebih malu kepada allah daripada malu kepada orang lain". (Hadis Riwayat Imam Ahmad dan Abu Daud)
PAKAIAN DALAM ISLAM
Dalam membicarakan soal pakaian wanita, islam tidak menetapkan pakaian tertentu tetapi wanita islam perlu mengikuti garis panduan syarak seperti berikut:
i. Pakaian itu hendaklah menutup aurat
ii. Pakaian itu hendaklah longgar, tidak sempit atau ketat hingga menampakkan susuk tubuh badan.
Usamah bin Zaid pernah menceritakan bahawa rasulullah s.a.w telah menerima hadiah sejenis kain Qibtiah yang kurang tebal daripada seorang yang bernama Dahiyah Al-Albi dan rasulullah s.a.w pula menghadiahkan kain tersebut kepada beliau (Usamah bin Zaid) , untuk dibuat pakaian tetapi Usamah memberikan kepada isterinya.
Suatu hari rasulullah s.a.w bertanyakan Usamah : "Kenapa engkau tidak memakai kain Qibtiah itu?" Usamah menjawab :" Saya telah berikan kepada isteri saya". Lalu rasulullah s.a.w bersabda kepada Usamah :" Suruhlah isterimu mengalaskan kain tersebut dengan kain yang lain di bawahnya, karena aku bimbang jika kain Qibtiah itu tidak digalas, maka akan kelihatanlah besar kecil tulang-tulang badan isterimu (bentuk tubuh badan isterimu)".
iii. Pakaian itu diperbuat dari pada kain yang agak tebal, tidak nipis atau jarang yang boleh menampakkan bayangan tubuh badan.
Selain daripada itu, pakaian wanita hendaklah dibuat dari kain yang tidak terlalu licin dan lembut hingga melekat di tubuh dan membayangkan kulit pemakainya. Pakaian yang dibuat dari pada kain-kain tersebut boleh mempamerkan rupa bentuk anggota badan wanita yang boleh mengghairahkan lelaki yang memandangnya.
iv. Pakaian itu tidak berbentuk hiasan yang boleh menarik perhatian orang melihatnya.
v. Pakaian itu tidak menyerupai pakaian lelaki.
Abu Hurairah r.a telah meriwayatkan bahawa rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Sesiapa jua wanita yang memakai minyak wangi kemudian melintasi khalayak ramai dengan tujuan dihidu bau yang dipakainya, maka dia dikira berzina".
vii. Pakaian itu tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir atau musyrik.
Dengan memakai pakaian yang menutup aurat, seseorang wanita telah menunjukkan harga diri sebenar seorang wanita dan sekaligus menghindari perbuatan tidak senonoh di kalangan para lelaki terhadap wanita.
Wanita yang menutup aurat dan berpegang teguh dengan ajaran islam akan mendapat keredhaan Allah s.w.t dan lelaki akan memandang mereka dengan pebuh rasa hormat dan memberi penghormatan yang tinggi bersesuaian dengan sifat mereka yang pemalu dan bersopan santun.
Thank's udah nympetin waktunya untuk baca. moga bermanfaat u/ qt smw.. amiiinnn.
Aurat diambil dari perkataan Arab 'Aurah' yang bererti keaiban. Manakala dalam istilah feqah pula aurat diartikan sebagai bahagian tubuh badan seseorang yang wajib ditutup atau dilindungi dari pandangan.
Di dalam islam terdapat beberapa keadaan di mana masyarakat islam dibenarkan membuka aurat dan ia hanya pada orang-orang yang tertentu. Di dalam risalah ini akan diterangkan beberapa perkara yang bersangkutan dengan aurat untuk dijadikan renungan dan tatapan bersama.
PERINTAH MENUTUP AURAT
Perintah menutup aurat telah difirmankan oleh allah s.w.t dalam surah al-ahzab ayat 33 yang bermaksud :
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat,tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu,hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
Dalam hal ini Allah s.w.t telah berfirman dalam surah al-ahzab ayat 59 yang bermaksud :
Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isteri mu anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka menghulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.
ASAS AURAT
Islam telah menggariskan batasan aurat pada lelaki dan wanita.Aurat asas pada lelaki adalah menutup antara pusat dan lutut. Manakala aurat wanita pula adalah menutup seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan.
Aurat lelaki pada bila-bila masa dan apabila bersama-sama sesiapa pun adalah sama iaitu antara pusat dan lutut. Tetapi bagi wanita terdapat perbezaan dalam beberapa keadaan antaranya :
1. Aurat Ketika Sembahyang
Aurat wanita ketika sembahyang adalah menutup seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan.
2. Aurat Ketika Sendirian
Aurat wanita ketika mereka bersendirian adalah bahagian anggota pusat dan lutut. Ini bererti bahagian tubuh yang tidak boleh dilihat antara pusat dan lutut.
3. Aurat Ketika Bersama Mahram
Pada asasnya aurat seseorang wanita dengan mahramnya adalah antara pusat dan lutut. Walau pun begitu wanita dituntut agar menutup mana-mana bahagian tubuh badan yang boleh menaikkan syahwat lelaki walaupun mahram sendiri.
Perkara ini dilakukan bagi menjaga adab dan tatsusila wanita terutana dalam menjaga kehormatan agar perkara-perkara sumbang yang tidak diingini tidak akan berlaku.
Oleh itu, pakaian yang labuh dan menutup tubuh badan dapat menutup syahwat lelaki. Pakaian yang digalakkan walaupun semasa bersama mahram adalah pakaian yang lengkap dan labuh.
Syarak telah menggariskan golongan yang dianggap sebagai mahram kepada seseorang wanita iaitu :
1.Suami
2.Ayah,termasuk datuk belah ibu dan bapa
3.Ayah mertua
4.Anak-anak lelaki termasuk cucu sama ada dari anak lelaki atau perempuan
5. Anak-anak suami
Dalam perkara ini islam mengharuskan isteri bergaul dengan anak suami karena wanita tersebut telah dianggap dan berperanan sebagai ibu kepada anak-anak suaminya.
6. Saudara lelaki kandung atau seibu atau sebapa
7. Anak saudara lelaki karena mereka ini tidak boleh dinikahi selama-lamanya
8. Anak saudara dari saudara perempuan
9. Sesama wanita sama ada kaitan keturunan atau seagama
10. Hamba sahaya
11. Pelayan yang tidak ada nafsu syahwat
12. Anak-anak kecil yang belum mempunyai syahwat terhadap wanita. Walau pun begitu, bagi kanak-kanak yang telah mempunyai syahwat tetapi belum baligh,wanita dilarang menampakkan aurat terhadap mereka.
Al-quran dengan jelas menerangkan perkara ini dalam surah An-Nur ayat 31 yang bermaksud :
" Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya, dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka, atau bapa mertua mereka, atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan, dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka, dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya".
Imam Syafie berpendapat perhiasan yang dimaksudkan dalam ayat diatas terbahagi kepada dua makna iaitu:
1. Perhiasan yang bersifat semulajadi seperti muka,pipi,mulut,mata,bibir,hidung,kaki,betis,peha dan lain-lain anggota.
2. Perhiasan seperti pakaian,alat-alat solek,cincin,rantai leher, gelang kaki dan sebagainya.
3.Oleh itu, umat islam digalakkan mengawal diri agar tidak melanggar batasan-batasan yang telah digariskan oleh islam terutamanya dalam soal perhiasan dan berpakaian.
4.Aurat Ketika Di Hadapan Lelaki Bukan Mahram Kewajipan menutup aurat dihadapan lelaki bukan mahram adalah amat penting dan perlu dilaksanakan oleh setiap wanita, bagi mengelak berlaku perkara yang tidak diingini seperti rogol dan sebagainya.
Perkara ini terjadi disebabkan memuncaknya nafsu para lelaki akibat dari penglihatan terhadap wanita yang memakai pakaian yang tidak senonoh dan mendedahkan sebahagian tubuh badan mereka.
Wanita yang bersuami pula, dengan terlaksanakan kewajipan ini, akan dapat membantu suami, yang mana dosa seorang isteri yang membuka aurat akan ditanggung oleh suami.
Oleh itu, wanita-wanita perlulah memahami batas-batas aurat ketika berhadapan dengan orang-orang yang tertentu dalam keadaan yang berbeza-beza.
5. Aurat Ketika Di Hadapan Wanita Kafir, Aurat wanita apabila berhadapan atau bergaul dengan wanita bukan islam adalah tutup keseluruhan tubuh badan kecuali muka dan tapak tangan.
Rasulullah s.a.w bersabda dalam sebuah hadis yang bermaksud : Abdullah bin Abbas ada menyatakan, Rasulullah s.a.w pernah bersabda yang maksudnya : " Tidak halal kaum wanita islam itu dilihat oleh kaum Yahudi dan Nasrani".
6. Aurat Ketika Bersama Suami
Apabila seorang isteri bersama-sama dengan suaminya di tempat yang terlindung dari pandangan orang lain, maka islam telah memberi kelonggaran dengan tiada membataskan aurat pada suaminya.
Ini bererti suami dan isteri tiada sebarang batasan aurat terhadap mereka berdua. Isteri boleh mendedahkan seluruh anggota badannya bila berhadapan dengan suaminya.
Mu'awiyah bin Haidah mengatakan : "Aku pernah bertanya : Ya rasulullah , bagaimanakah aurat kami, apakah boleh dilihat oleh orang lain?". Baginda menjawab :"Jagalah auratmu kecuali terhadap isterimu atau hamba abdi milikmu". Aku bertanya lagi :" Ya rasulullah , bagaimanakah kalau ramai orang mandi bercampur-baur di satu tempat? " Baginda menjawab : "Berusahalah seboleh mungkin agar engkau tidak melihat auratmu". Aku masih bertanya lagi: " Ya rasulullah, bagaimanakah kalau orang mandi sendirian?" Baginda menjawab : " Seharuslah ia lebih malu kepada allah daripada malu kepada orang lain". (Hadis Riwayat Imam Ahmad dan Abu Daud)
PAKAIAN DALAM ISLAM
Dalam membicarakan soal pakaian wanita, islam tidak menetapkan pakaian tertentu tetapi wanita islam perlu mengikuti garis panduan syarak seperti berikut:
i. Pakaian itu hendaklah menutup aurat
ii. Pakaian itu hendaklah longgar, tidak sempit atau ketat hingga menampakkan susuk tubuh badan.
Usamah bin Zaid pernah menceritakan bahawa rasulullah s.a.w telah menerima hadiah sejenis kain Qibtiah yang kurang tebal daripada seorang yang bernama Dahiyah Al-Albi dan rasulullah s.a.w pula menghadiahkan kain tersebut kepada beliau (Usamah bin Zaid) , untuk dibuat pakaian tetapi Usamah memberikan kepada isterinya.
Suatu hari rasulullah s.a.w bertanyakan Usamah : "Kenapa engkau tidak memakai kain Qibtiah itu?" Usamah menjawab :" Saya telah berikan kepada isteri saya". Lalu rasulullah s.a.w bersabda kepada Usamah :" Suruhlah isterimu mengalaskan kain tersebut dengan kain yang lain di bawahnya, karena aku bimbang jika kain Qibtiah itu tidak digalas, maka akan kelihatanlah besar kecil tulang-tulang badan isterimu (bentuk tubuh badan isterimu)".
iii. Pakaian itu diperbuat dari pada kain yang agak tebal, tidak nipis atau jarang yang boleh menampakkan bayangan tubuh badan.
Selain daripada itu, pakaian wanita hendaklah dibuat dari kain yang tidak terlalu licin dan lembut hingga melekat di tubuh dan membayangkan kulit pemakainya. Pakaian yang dibuat dari pada kain-kain tersebut boleh mempamerkan rupa bentuk anggota badan wanita yang boleh mengghairahkan lelaki yang memandangnya.
iv. Pakaian itu tidak berbentuk hiasan yang boleh menarik perhatian orang melihatnya.
v. Pakaian itu tidak menyerupai pakaian lelaki.
Abu Hurairah r.a telah meriwayatkan bahawa rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Sesiapa jua wanita yang memakai minyak wangi kemudian melintasi khalayak ramai dengan tujuan dihidu bau yang dipakainya, maka dia dikira berzina".
vii. Pakaian itu tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir atau musyrik.
Dengan memakai pakaian yang menutup aurat, seseorang wanita telah menunjukkan harga diri sebenar seorang wanita dan sekaligus menghindari perbuatan tidak senonoh di kalangan para lelaki terhadap wanita.
Wanita yang menutup aurat dan berpegang teguh dengan ajaran islam akan mendapat keredhaan Allah s.w.t dan lelaki akan memandang mereka dengan pebuh rasa hormat dan memberi penghormatan yang tinggi bersesuaian dengan sifat mereka yang pemalu dan bersopan santun.
Thank's udah nympetin waktunya untuk baca. moga bermanfaat u/ qt smw.. amiiinnn.
kisah ibnu hajar dan orang yahudi
Ibnu Hajar rahimahullah dulu adalah seorang hakim besar Mesir di masanya. Beliau jika pergi ke tempat kerjanya berangkat dengan naik kereta yang ditarik oleh kuda-kuda atau keledai-keledai dalam sebuah arak-arakan.
Pada suatu hari beliau dengan keretanya melewati seorang yahudi Mesir. Si yahudi itu adalah seorang penjual minyak. Sebagaimana kebiasaan tukang minyak, si yahudi itu pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan itu, si yahudi itu menghadang dan menghentikannya.
Si yahudi itu berkata kepada Ibnu Hajar: “Sesungguhnya Nabi kalian berkata:
(( الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ))
Dunia itu penjaranya orang yang beriman dan surganya orang kafir. (HR. Muslim)
Namun kenapa engkau sebagai seorang beriman menjadi seorang hakim besar di Mesir, dalam arak-arakan yang mewah, dan dalam kenikmatan seperti ini. Sedang aku -yang kafir- dalam penderitaan dan kesengsaran seperti ini.”
Maka Ibnu Hajar menjawab: “Aku dengan keadaanku yang penuh dengan kemewahan dan kenimatan dunia ini bila dibandingkan dengan kenikmatan surga adalah seperti sebuah penjara. Sedang penderitaan yang kau alami di dunia ini dibandingkan dengan yang adzab neraka itu seperti sebuah surga.”
Maka si yahudi itupun kemudian langsung mengucapkan syahadat: “Asyhadu anla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammad rasulullah,” tanpa berpikir panjang langsung masuk Islam.
Subhanallah, sangat menakjubkan hadits Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kisah ini…
Bahan Renungan:
Imam An-Nawawi menjelaskan hadits ini: “Dunia itu penjaranya orang yang beriman dan surganya orang kafir.”
مَعْنَاهُ أَنَّ كُلّ مُؤْمِن مَسْجُون مَمْنُوع فِي الدُّنْيَا مِنْ الشَّهَوَات الْمُحَرَّمَة وَالْمَكْرُوهَة ، مُكَلَّف بِفِعْلِ الطَّاعَات الشَّاقَّة ، فَإِذَا مَاتَ اِسْتَرَاحَ مِنْ هَذَا ، وَانْقَلَبَ إِلَى مَا أَعَدَّ اللَّه تَعَالَى لَهُ مِنْ النَّعِيم الدَّائِم ، وَالرَّاحَة الْخَالِصَة مِنْ النُّقْصَان . وَأَمَّا الْكَافِر فَإِنَّمَا لَهُ مِنْ ذَلِكَ مَا حَصَّلَ فِي الدُّنْيَا مَعَ قِلَّته وَتَكْدِيره بِالْمُنَغِّصَاتِ ، فَإِذَا مَاتَ صَارَ إِلَى الْعَذَاب الدَّائِم ، وَشَقَاء الْأَبَد .
“Maknanya bahwa setiap mukmin itu dipenjara dan dilarang di dunia ini dari kesenangan-kesenangan dan syahwat-syahwat yang diharamkan dan dibenci. Dia dibebani untuk melakukan ketaatan-ketaatan yang terasa berat. Jika dia meninggal dia akan beristirahat dari hal ini. Dan dia akan berbalik kepada apa yang dijanjikan Allah berupa kenikmatan abadi dan kelapangan yang bersih dari cacat.
Sedangkan orang kafir, dia hanya akan mendapatkan dari kesenangan dunia yang dia peroleh, yang jumlahnya sedikit dan bercampur dengan keusahan dan penderitaan. Dan bila dia telah mati, dia akan pergi menuju siksaan yang abadi dan penderitaan yang selama-lamanya.”
(Syarah Shohih Muslim No. 5256)
Maka sepantasnya seorang mukmin bersabar atas hukum Allah dan ridha dengan yang ditetapkan dan ditaqdirkan oleh Allah. Semoga kita diberi taufik, kemudahan, dan al-afiat untuk menjalani kehidupan dunia ini.
Pada suatu hari beliau dengan keretanya melewati seorang yahudi Mesir. Si yahudi itu adalah seorang penjual minyak. Sebagaimana kebiasaan tukang minyak, si yahudi itu pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan itu, si yahudi itu menghadang dan menghentikannya.
Si yahudi itu berkata kepada Ibnu Hajar: “Sesungguhnya Nabi kalian berkata:
(( الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ))
Dunia itu penjaranya orang yang beriman dan surganya orang kafir. (HR. Muslim)
Namun kenapa engkau sebagai seorang beriman menjadi seorang hakim besar di Mesir, dalam arak-arakan yang mewah, dan dalam kenikmatan seperti ini. Sedang aku -yang kafir- dalam penderitaan dan kesengsaran seperti ini.”
Maka Ibnu Hajar menjawab: “Aku dengan keadaanku yang penuh dengan kemewahan dan kenimatan dunia ini bila dibandingkan dengan kenikmatan surga adalah seperti sebuah penjara. Sedang penderitaan yang kau alami di dunia ini dibandingkan dengan yang adzab neraka itu seperti sebuah surga.”
Maka si yahudi itupun kemudian langsung mengucapkan syahadat: “Asyhadu anla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammad rasulullah,” tanpa berpikir panjang langsung masuk Islam.
Subhanallah, sangat menakjubkan hadits Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kisah ini…
Bahan Renungan:
Imam An-Nawawi menjelaskan hadits ini: “Dunia itu penjaranya orang yang beriman dan surganya orang kafir.”
مَعْنَاهُ أَنَّ كُلّ مُؤْمِن مَسْجُون مَمْنُوع فِي الدُّنْيَا مِنْ الشَّهَوَات الْمُحَرَّمَة وَالْمَكْرُوهَة ، مُكَلَّف بِفِعْلِ الطَّاعَات الشَّاقَّة ، فَإِذَا مَاتَ اِسْتَرَاحَ مِنْ هَذَا ، وَانْقَلَبَ إِلَى مَا أَعَدَّ اللَّه تَعَالَى لَهُ مِنْ النَّعِيم الدَّائِم ، وَالرَّاحَة الْخَالِصَة مِنْ النُّقْصَان . وَأَمَّا الْكَافِر فَإِنَّمَا لَهُ مِنْ ذَلِكَ مَا حَصَّلَ فِي الدُّنْيَا مَعَ قِلَّته وَتَكْدِيره بِالْمُنَغِّصَاتِ ، فَإِذَا مَاتَ صَارَ إِلَى الْعَذَاب الدَّائِم ، وَشَقَاء الْأَبَد .
“Maknanya bahwa setiap mukmin itu dipenjara dan dilarang di dunia ini dari kesenangan-kesenangan dan syahwat-syahwat yang diharamkan dan dibenci. Dia dibebani untuk melakukan ketaatan-ketaatan yang terasa berat. Jika dia meninggal dia akan beristirahat dari hal ini. Dan dia akan berbalik kepada apa yang dijanjikan Allah berupa kenikmatan abadi dan kelapangan yang bersih dari cacat.
Sedangkan orang kafir, dia hanya akan mendapatkan dari kesenangan dunia yang dia peroleh, yang jumlahnya sedikit dan bercampur dengan keusahan dan penderitaan. Dan bila dia telah mati, dia akan pergi menuju siksaan yang abadi dan penderitaan yang selama-lamanya.”
(Syarah Shohih Muslim No. 5256)
Maka sepantasnya seorang mukmin bersabar atas hukum Allah dan ridha dengan yang ditetapkan dan ditaqdirkan oleh Allah. Semoga kita diberi taufik, kemudahan, dan al-afiat untuk menjalani kehidupan dunia ini.
Langganan:
Postingan (Atom)