Rabu, 19 Januari 2011

*{masalah perkembangan anak usia dini}*

           Masalah-masalah kebutuhan perkembangan pada anak usia dini merupakan kebutuhan yang harus/mutlak terpenuhi sesuai dengan perkembangan, maka bagi pendidik anak usia dini harus paham akan kebutuhan perkembangan anak usia dini sehingga dapat menangani masalah-masalah yang timbul, baik masalah pemenuhan kebutuhan perkembangan yang umum ataupun masalah kebutuhan perkembangan yang bersifat khusus.
          Banyak kekeliRuan dalam berbagai pemahaman tentang perkembangan emosi pada anak yang beranggapan pola pikir (paradigma) dikalangan umum maupun orang tua dianggap kurang penting. Padahal usia dini merupakan masa yang paling baik untuk meletakan dasar yang kokoh bagi perkembangan mental-emosional dan potensi otak anak yang akan mempengaruhi kejiwaan anak.
Teori dan penelitian Daniel Goleman tentang kecerdasan emosi (Emotional Intelligence/EQ), mengingatkan bahwa keberhasilan hidup manusia tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan intelektual (IQ) seperti yang dipahami sebelumnya, tetapi justru ditentukan oleh emotional intelligence. Kecerdasan emosi ini sangat terkait dengan belahan otak kanan.
Hasil penelitiannya menunjukan bahwa:
Keberhasilan seseorang di masyarakat sebagian besar (80%) ditentukan oleh kecerdasan emosi (EQ).
Sehingga anak yang kurang dalam pemenuhan kebutuhan perkembangan emosi senantiasa akan mengalami gangguan emosi dan perilaku seperti, agresif secara verbal dan/atau fisik yang bisa membahayakan dirinya atau orang lain, menarik diri atau tidak percaya diri, pencemas dan juga bisa hiperaktif, yang mengakibatkan kurang perhatian dalam kegiatan disekolah secara optimal dan selalu menunjukan skala rendah dalam pencapaian program pembelajaran yang telah ditargetkan.
Perkembangan emosi yang dibutuhkan anak usia dini meliputi segala bentuk hubungan yang erat, hangat dan menimbulkan rasa aman serta percaya diri sebagai dasar dari perkembangan selanjutnya, yang ini mutlak perlu diperhatikan oleh orang tua ataupun guru sejak dini.
Penanganan dan menganalisis kebutuhan emosi anak usia dini diperlukan deteksi dini yang serius dan tuntas dan harus didukung oleh informasi dan pengumpulan data yang akurat dan lengkap dari berbagai pihak mengenai diri anak mulai dari kandungan, setelah dilahirkan sampai anak memasuki Pendidikan Anak Usia Dini serta pada pengaturan yang diterapkan kepada anak oleh orang tua. Apabila masalah perkembangan emosi pada anak kurang diperhatikan atau tidak dipenuhi dan tidak segera ditangani maka akan berakibat vital terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, baik tingkat kecerdasan (IQ), kecerdasan emosional (EQ), serta kecerdasan spiritual (SQ).
Tujuan dari analisis gangguan perkembangan anak pada usia dini adalah untuk mengetahui karakteristik, gejala-gejala yang menyebabkan timbulnya gangguan/kelainan untuk memperkirakan kemungkinan bantuan yang akan diberikan serta melaksanakan tindak lanjut agar anak dapat diantisipasi supaya masa yang akan datang tidak selalu fatal.

kalo' emang cocok ambilen wes... moga sukses tugasnya..^_^

thembem imouth

1{gangguan panca indra}
penyebab :
-prenatal
-natal
-postnatal
jenis:
kurang penglihatan, kurang pendengaran
penanganan:
- konsul ke dokter spesialismata atau THT
- tempat duduk anak dekat dengan guru
- memberi pengertian kepada temannya agar tidak mengolok anak

2{cacat tubuh}
penyebab :
-prenatal
-natal
-postnatal
jenis :
-cacat tangan, kaki. wajah
(juling, tonggos, sumbing), tubuh (cebol, bongkok)
penanganan :
- konsul ke dokter spesialis (operasi)
- menggunakan alat bantu
- agar anak tidak rendah diri, hendaknya mampu meningkatkan rasa percaya diri anak dengan memberi tugas yang dapat dikerjakan si anak.
- memberi pengertian kepada temannya agar tidak mengolok dan mau membantu temannya.

3{kidal}
penyebab:
- keturunan (dominasi otak kiri)
- pembiasaan yang salah ( digendong di sisi kiri ibu )
penanganan :
 tergantung penyebab
1. bila karena keturunan, hendaknya hati-hati, bila dipaksa anak menggunakan tangan kanannya dapat menyebabkan anak menjadi gagap atau mengalami hambatan dalam berbicara. penggunaan tangan kanan di arahkan pada keadaan tertentu seperti etika sosial. (menyalami tamu, menerima hadiah) dan saat makan.

2. bila kidal akibat pembiasaan yang salah, dapat digunakan latihan menggunakan tangan kiri. latihan dapat di gabung dengan reward and punishment untuk meningkatkan efektifitas latihan. anak hendaknya jangan di paksa karena dapat menyebabkan anak tertekan yang akan sulit penanganan.

syarat-syarat anak yang boleh dilatih:
1) berusia di bawah 6 tahun
2) kidal ambidextrous ( dapat menggunakan tangan kanan dan kiri secara bergantian )
3) selama proses latihan tidak ada kesukaran yang menetap
4) anak mau/tidak menolak dilatih menggunakan tangan kanannya
5) anak memiliki intelegensi di atas rata-rata.

4{enuresis} ngompol
penyebab :
1. kelainan fungsi pada kandung/ saluran kencing
2. kelainan anatomi bawaan ( kandung kecil, saluran sempit )
3. ayan
4. gangguan syaraf otonon
5. gangguan tingkah laku dan emosi
6. toilet treining yang kaku atau kurang tegas
7. intelegensi rendah

jenis enuresis
berdasarkan american psychatric association, 1995 :
- noctural enuresis : malam hari, tidur.
- diurnal enuresis : siang hari, beraktivitas
- noctural dan diurnal : siang dan malam
berdasarkan munculnya perilaku BAK :
- berkesinambungan/kontinyu (sejak lahir)
- tak berkesinambungan
Ciri anak enuresis : pasif, penakut, cemas, kurang percaya diri, keras kepala.
penanganan di sekolah : latihan BAK di tempat yang disediakan dan waktu yang telah di tentukan.

5{encoporesis}
adalah BAB dengan konsistensi
normal/ hampir normal, disengaja atau tidak di engaja, berulang di tempat yang tak sepantasnya.
paling sedikit 1 kali dalam sebulan, sesudah 4 tahun


tipe :
1 kontinyu :
- pada anak yang tidak di beri latihan toilet training
- biasanya bersifat agresif, tak ptuh aturan, tak punya rasa malu.
2 diskontonyu :-
-  pada anak dengan toilet training telalu ketat/ kaku.
-  sifat : sangat bersih dan ingin selalu sempurna
3 retentif :
- disebut juga obstipautio paradoxal
- bila di tanyak menolak, sesaat kemudian BAB.

Ciri anak Dgn Encoporesis :
 pasif, takut, cemas, keras kepala, kurang percaya diri.

penanganan di sekolah :
 latihan BAB di tempat yang telah disediakan dan waktu yang telah di tentukan
- melatih pengaturan refleks
- melatih kontrol pengeluaran tinja

6. {GAGAP} (stuttering)
penyebab :
1. pemaksaan penggunaan tangan kanan pada anak kidal
2. gugup, cemas.
3. dorongan motorik yang besar tapi tidak ada yang hendak dikatakan

tingkatan berdasarkan waktu lamanya gagap :
1. gagap temporer.
hanya sementara dan akan hilang dalam waktu 3 bulan kemudian.
2 gagap rinagn ( beberapa bulan- 1 tahun.)
3. gagap menetap, berlangsung lama dan tidak akan hulang jika tidak dilakukan penanganan


7. {TIC}
gangguan gerak stereotipik yaitu ganngguan gerak pada motorik yang tidak wajar.

8 {Obesitas}
  selain membahayakan kesehatan karena beresiko menderita penyakit hipertensi, jantung, kencing manis, dll. juga menyebabkan gangguan psikis, (rendah diri, pemarah, sensitif) pada anak karena penampilan yang tidak menarik, dan di lok teman.

selamat mencoba...........

Selasa, 18 Januari 2011


Cara Konsentrasi Belajar


Siapa yang tidak ingin menjadi anak pintar, anak yang selalu disanjung, diidolakan karena prestasi yang menonjol? Menjadi anak pecundang atau tidak menonjol tentu paling tidak mengenakkan dan kadangkala tidak dianggap orang (kata orang sini dikacangi). Padahal, setiap anak mempunyai kesempatan dan peluang yang sama baik untuk menjadi anak yang berprestasi. Janganlah kita mengacu, menjadi anak yang berprestasi harus memiliki IQ (Intellegence Quetient) tinggi. Itu sudah basi!!!

Menurut Thomas Alva Edison, peranan IQ itu hanya 1% saja menunjang keberhasilan seseorang, namun yang 99% adalah kemauan dan kerja keras.

Jika harapan tersebut dapat diwujudkan, tentu akan membuat hati merasa senang sekali. Begitu juga, orang tua, adik, abang, kakak dan sebagainya tentu merasa bangga. Prestasi dan kemampuan yang kita miliki dapat dijadikan symbol, kebanggaan dan kebahagiaan keluarga. Kelebihan yang kita miliki menjadi bahan cerita dan bahan untuk membanggakan keluarga yang tak habis-habisnya.

Tentu kita berharap dapat melakukan belajar dengan perasaan gembira. Kalau guru menerangkan pelajaran, maka kitapun “langsung nyambung” dan mudah memahami apa yang dijabarkan. Kitapun betah berlama-lama memusatkan perhatian pada pelajaran. Persoalannya, bagaimana mewujudkan harapan-harapan tersebut menjadi suatu kenyataan?

Padahal, saat kita mengikuti pelajaran di sekolah tidak jarang dihinggapi oleh perasaan jemu, bosan dan malas. Bahkan rasa mengantukpun sering menjangkiti kita, saat dengar penjelasan guru di depan kelas. Hal lain, kita sering mengalami kesulitan untuk memfokuskan perhatian dan konsentrasi belajar. Kesulitan memfokuskan perhatian dan konsentrasi belajar di sekolah membuat kita tak mampu mencerna apa yang dijabarkan guru. Begitu juga, saat belajar sendiri membuat kita menjadi malas dan mengantuk.

Ada tiga komponen yang harus kita miliki, agar kita dapat melakukan kegiatan (proses) belajar, yaitu: Minat, Perhatian dan Motivasi.

Minat dapat diartikan sebagai keinginan yang kuat untuk memenuhi kepuasan kita, baik berupa keinginan memiliki atau melakukan sesuatu. Besarnya minat atau keberartian minat ini dapat dipandang dari 2 sisi, yaitu:

a. Minat sebagai sebab, yaitu tenaga pendorong yang merangsang kita memperhatikan objek tertentu lebih dari objek-objek lainnya.

b. Minat sebagai akibat, yaitu berupa pengalaman perasaan yang menyenangkan yang timbul sebagai akibat dari kehadiran seseorang, atau objek tertentu, atau sebagai hasil daripada partisipasi kita di dalam suatu bentuk kegiatan.

Mengingat pada kegiatan yang didorong oleh minat tentu mengandung unsur kegembiraan untuk melakukannya. Belajar pun dapat berlangsung dengan baik, jika didorong oleh minat yang kuat. Sebaliknya, aktivitas tanpa minat yang kuat akan menimbulkan suatu penolakan atau pertentangan dari dalam batin kita untuk segera mengabaikan aktivitas tersebut. Jika dipaksakan juga, akan memberi suatu kondisi yang tidak mengenakkan hati, sehingga menimbulkan rasa malas, bosan dan mengantuk. Akhirnya mudah terpengaruh untuk beralih ke aktivitas lain yang lebih menarik perhatian.

Perhatian adalah proses pemusatan pengerahan aktivitas tenaga psikis (pikiran) dan fisik terutama indera dan gerakan tubuh pada fokus tertentu. Pengerahan aktivitas pikiran dan fisik tersebut sangat dipengaruhi oleh kadar kesadaran yang turut serta pada aktivitas tersebut. Dengan kata lain, intensitas perhatian kita itu sangat didorong oleh kadar kesadaran yang turut pada aktivitas pengamatan kita tersebut, seperti adanya minat dan motivasi. Semakin tinggi intensitas perhatian kita pada suatu kegiatan akan semakin sukses kegiatan yang kita lakukan tersebut. Sebaliknya, jika perhatian kita lemah atau terpecah, maka menimbulkan aktivitas yang berkualitas rendah dan menimbulkan ketidakseriusan. Ketidakseriusan merupakan awal terbentuknya rasa malas dan bosan.

Motivasi adalah dorongan atau usaha untuk mewujudkan perbuatan dalam bentuk aktivitas mencapai kebutuhan atau tujuan tertentu. Untuk menggerakkan motivasi dari dalam diri kita, maka harus ada cukup alasan/motif tertentu yang merangsang perbuatan itu. Jadi alasan/motif yang kuatlah yang dapat memotivasi kita giat belajar. Sebaliknya, aktivitas yang tidak didasari motivasi yang kuat, maka akan menimbulkan ketidakseriusan dan perhatian tidak optimal, sehingga menimbulkan dorongan untuk mengalihkan aktivitas tersebut ke aktivitas yang lain.

Ketiga komponen minat, perhatian dan motivasi ini merupakan faktor-faktor yang ada pada setiap orang untuk melakukan aktivitas tertentu. Juga ketiga komponen ini saling mempengaruhi, sehingga bermutu atau tidaknya aktivitas kita itu sangat tergantung pada ketiga komponen yang mendasari aktivitas tersebut, termasuk aktivitas belajar. Dalam aktivitas belajar, jika ketiga komponen minat, perhatian dan motivasi tidak optimal, maka kita pun akan mengalami kesulitan melakukan konsentrasi belajar.

Konsentrasi Belajar

Berdasarkan penelaahan para ahli pendidikan, penyebab rendahnya kualitas dan prestasi belajar, sebahagian besar disebabkan oleh lemahnya kemampuan melakukan konsentrasi belajar. Padahal, bermutu atau tidaknya suatu kegiatan belajar atau optimalnya hasil belajar sangat tergantung pada intensitas kemampuan kita untuk melakukan konsentrasi belajar.

Ketidakberdayaan melakukan konsentrasi belajar ini, merupakan problematik aktual di kalangan pelajar. Kita sering kali mengalami pikiran bercabang (duplikasi pikiran), saat melakukan kegiatan belajar. Pikiran bercabang bisa muncul tanpa kita sadari. Tentunya kita pun merasa terganggu sekali saat tak mampu berkonsentrasi dalam belajar. Saat belajar, kadangkala tanpa kita undang muncul kepermukaan alam pikiran mengenai masalah-masalah lama, keinginan-keinginan lain atau yang terhambat menjadi pengganggu aktivitas belajar kita. Alhasil, kitapun beralih dan larut ke alam pikiran yang melintas tersebut.

Di sini perlu kita sadari, bahwa konsentrasi belajar itu tidak datang dengan sendirinya atau bukan dikarenakan pembawaan bakat seseorang yang dibawa sejak lahir. Melainkan konsentrasi belajar itu harus diciptakan dan direncanakan serta dijadikan kebiasaan belajar. Setiap orang pada dasarnya punya potensi dan kemampuan yang sama untuk dapat melakukan konsentrasi belajar.

Konsentrasi belajar itu maksudnya adalah pemusatan daya pikiran dan perbuatan pada suatu objek yang dipelajari dengan menghalau atau menyisihkan segala hal yang tidak ada hubungannya dengan objek yang dipelajari.

Suatu proses pemusatan daya pikiran dan perbuatan tersebut maksudnya adalah aktivitas berpikir dan tindakan untuk memberi tanggapan-tanggapan yang lebih intensif terhadap fokus atau objek tertentu. Fokus atau objek tertentu itu, tentunya telah melalui tahapan penyeleksian kualitas yang direncanakan. Prosedur tahapan penyeleksian akan kualitas objek yang direncanakan tak lain adalah pengembangan minat, motivasi dan perhatian pada objek belajar.

Penyebab-penyebab timbulnya kesulitan konsentrasi belajar, antara lain:

Ø Lemahnya minat dan motivasi pada pelajaran.

Ø Perasaan gelisah, tertekan, marah. Kuatir, takut, benci dan dendam.

Ø Suasana lingkungan belajar yang berisik dan berantakan.

Ø Kondisi kesehatan jasmani.

Ø Bersifat pasif dalam belajar.

Ø Tidak memiliki kecakapan dalam cara-cara belajar yang baik.

Untuk mengembangkan kemampuan konsentrasi belajar dibutuhkan, antara lain:

µ Kesiapan belajar (ready learning). Sebelum melakukan aktivitas belajar kita harus benar-benar dalam kondisi fresh (segar) untuk belajar. Untuk siap melakukan aktivitas belajar ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu kondisi fisik dan psikis. Kondisi fisik harus bebas dari gangguan penyakit, kurang gizi dan rasa lapar. Kondisi psikis harus steril dari gangguan konflik kejiwaan atau ketegangan emosional, seperti cemas, kecewa, patah hati, iri dan dendam. Masalah-masalah konflik kejiwaan ini harus diselesaikan terlebih dahulu. Pikiran harus benar-benar jernih, jika hendak melakukan kegiatan belajar.

µ Menanamkan minat dan motivasi belajar dengan cara mengembangkan “Imajinasi Berpikir”.

Untuk membangkitkan minat dan motivasi belajar, maka perlu kita ketahui:

1. Apa yang dipelajari,

2. Untuk apa mempelajari materi pelajaran yang hendak dipelajari,

3. Apa hubungan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari (manfaat mempelajari dan apa yang dapat kita lakukan dengan pengetahuan tersebut),

4. Bagaimana cara mempelajarinya.

Dengan mengetahui keempat hal tersebut di atas, kita akan belajar secara terarah atau lebih terfokus pada materi pelajaran. Kemudian untuk membangkitkan faktor intelektual-emosional belajar kita, maka perlu mengembangkan dan membiasakan “berimajinasi dalam berpikir”. Maksudnya, kita membiasakan untuk menjelajah dengan berusaha membayangkan gambaran bentuk yang dipelajari. Kemudian pikirkan unsur-unsur penting yang membentuk gambaran tersebut. Dengan demikian kita akan digiring pada pola belajar aktif dan kreatif.

µ Cara belajar yang baik. Untuk memudahkan konsentrasi belajar dibutuhkan panduan untuk pengaktifan cara berpikir, penyeleksian fokus masalah dan pengarahan rasa ingin tahu. Juga, harus memuat tujuan yang hendak dicapai dan cara-cara menghidupkan dan mengembangkan rasa ingin tahu kita, hingga tuntas terhadap apa yang hendak dipelajari. Dengan kata lain, berusaha menyusun kerangka berpikir dan bertindak step by step dalam memecahkan masalah.

µ Lingkungan belajar harus kondusif. Belajar membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk memperoleh hasil belajar secara optimal. Harus diupayakan tempat dan ruangan yang apik, teratur dan bersih. Suasanapun harus nyaman untuk belajar.

µ Belajar aktif. Jika kita sulit berkonsentrasi belajar di sekolah atau sulit mengerti apa yang dijelaskan guru dan sebagainya, maka kita harus dapat mengembangkan pola belajar aktif. Kita harus aktif belajar dan berani mengungkapkan ketidaktahuan pada guru atau teman. Buang rasa sungkan, rasa malu dan rasa takut pada guru. Guru tidak akan memberi hukuman pada kita yang proaktif dalam belajar. Jika kita proaktif dalam belajar, maka kita akan mendapat perhatian khusus guru. Kita yang belajar yang proaktif akan menghalau timbulnya proses pengembaraan pikiran (duplikasi pikiran). Kita akan tetap fokus pada pelajaran. Intensitas konsentrasi belajar pun akan menjadi semakin optimal.

µ Perlu disediakan waktu untuk menyegarkan pikiran (resfreshing) saat menghadapi kejemuan belajar. Saat kita belajar sendiri di rumah dan menghadapi kesulitan (jalan buntu) mempelajari materi pelajaran, kadangkala menimbulkan rasa jemu dan bosan untuk berpikir. Jika hal ini terjadi, maka jangan paksakan diri kita untuk terus melanjutkan belajar. Jika dipaksakan akan menimbulkan kepenatan dan kelelahan, sehingga akan menimbulkan antipati untuk belajar. Jalan keluarnya kita harus menyediakan waktu 5-10 menit untuk beristirahat sejenak dengan mengalihkan perhatian pada hal lain yang bersifat menyenangkan dan menyegarkan. Jika kepenatan dan kelelahan daya pikir atau daya kerja otak kita hilang dan pikiran kembali fresh, maka kita dapat kembali melanjutkan pelajaran yang tertunda tersebut.
 



semoga sukses.... 





SEHAT ITU INDAH

Mungin kamu2 udah pada tau, kalo sekarang lagi jaman-nya musim hujan, banjir pun bisa terjadi kapan aja, dan seperti yang kita tau musim hujan adalah dimana tempat bertumbuh-nya para penyakit jahanam. dimana tubuh kamu lebih gampang kena sama yang nama-nya sakit. entah itu sekedar kena FLu, TBC, DBD, BBC, AADC, SKKSKJ, Lhoo ..?? :-/ maka-nya kita mesti menjaga kesehatan. (lagi bener nich ..) O:-)

Sehat itu mahal tau ..!! kalo kamu udah kena sakit baru sadar, nyesel, nangis2, ribet utang sana-sini buat biaya ke Dokter de el el.. kalo udah gitu siapa coba yang repot ..? yang pasti orang tua kamu lah.. #:-S n’ kamu sendiri juga bakal rugi, karna semua kegiatan kamu bisa terhambat n’ berantakan.


Menjaga kesehatan itu penting banget, konon kebanyakan penyakit di akibatkan oleh diri kita sendiri loch, yang suka ga menjaga kesehatan tubuh dengan baik. Berikut ada tips unik menjaga kesehatan tubuh kamu, silahkan di locking2 n’ di sarankan juga untuk dilaksanakan. (maksa eyy..) :-B

1. Pilih Makanan

Kurangi makanan yang mengandung MSG, minyak dan mengandung pengawet. kamu bisa makan singkong bakar, ubi rebus, dll, di jamin kenyang, kuat dan menyehatkan. Kurangi juga minum2-an dingin biar kamu ga flu n’ batuk. (minum Mixagrip ..)

2. Belajar Rapi

Jangan suka nge’gantungin baju2 terlalu banyak dikamar atau di kamar mandi, karena itu akan menjadi markas besar-nya para pasukan penghisap keperawanan. uups ,, penghisap darah maksud-nya, utawi disebut Mr.Nyamuk. kamu kumpulin aja di kardus trus kamu kilo-in deh..

3. Rajin ..??

Coba liat bak di kamar mandi kamu deh, udah dibersihin belum tuh?? Kamu musti rajin nge’bersihin bak mandi, karna disitu juga sebagian dari Mabes-nya nyamuk, Doi juga suka bak yang bersih lhoo..kalo bisa sehari 3x ngebersihin-nya..

4. Hemat

Kalo ditempat kamu ada AC, coba kamu kurangi penggunaan-nya deh, karna kalo make AC yang berlebihan konon kata-nya bisa mengurangi sistem kekebalan tubuh kamu, jadi pas kulit kamu kena matahari jadi ga biasa n’ rada sensi gitu. sekaligus bisa mengurangi Global Warming dan yang pasti Lebih HEMAT LISTRIK..!!

5. Waspada ..!!

Jikalau ada teman kamu yang terserang flu dan batuk, (di Komix aja ..) usahakan kamu jauh2 dari dia, dan bila ternyata terjadi kontak fisik, “di sebelah-nya waktu bersin, salaman, pelukan atau ciuman.” (wuaduuhh ..)
kamu harus menutup saluran pernafasan kamu selama 1′jam, n’ jangan lupa cuci tangan pake deterjen sebelum makan, kalo perlu kamu mandi kembang 9′rupa..

6. Sedia Payung SebeLum Hujan

Karna lagi musim hujan, biasakan “sedia payung sebelum hujan” atau bawa jaket, mantel, jas hujan, terpal, kalo perlu kamu bawa tenda kemah, biar badan kamu ga kena air hujan. Jangan suka berfikiran “ah.. nanti kalo bawa ga ujan lagi” tapi demi meng’antisisapi dan menjaga kesehatan jangan pernah kompromi n’ anggep enteng. (bawa tenda kan berat ..)

7. Sering Berjemur

Konon kata-nya lagi, ternyata sinar matahari tuh baik buat tubuh kamu, tapi matahari pagi sekitar jam 06.00-10.00, kalo siang bolong kamu berjemur mah dijamin gosong, tau sendiri kalo siang panas-nya ampun2-an.

8. Vitamin

Kalo bisa di usahakan kamu minum Suplemen atau Vitamin kesehatan, baik juga buat menambah daya tahan tubuh kamu, tapi jangan kebanyakan n’ jangan terlalu sering, karna suplemen atawi vitamin biasa-nya punya efek samping n’ mnimbulkan ketergantungan, karna sesuatu yang berlebihan pasti kurang baik. :-bd

9. Pola Hidup Sehat

Kamu musti punya pola hidup yang teratur, mulai dari kamu bangun tidur biasakan mandi n’ gosok gigi, merapihkan tempat tidur mu, (sambil nyanyi dah..) untuk makan juga musti tepat waktu, jangan suka nunda2 makan, dan jangan suka begadang, ni pesen buat para game-er n’ blog-er. (gue sndiri juga dong?? ) kalo udah ngantuk ya tidur, jangan maksa’in buat begadang. nanti gue kasih tips biar ga begadah deh, di tunggu aja.

Itulah beberapa tips menjaga kesehatan kamu, yang gue dapet inspirasi-nya dari salah satu temen facebook yang bernama widya.

Moga2 bisa dilaksanakan n’ berguna buat kamu2, biar kamu terhindar dari penyakit, walaupun hidup sehat sakit n’ mati udah ada yang ngatur, tapi se’ngga-nya kita berusaha menjaga kesehatan guna mencegah sakit, karna mencegah lebih baik dari pada tidak mencegah dan mengobati..

*TIPS*

Tips menghilangkan jerawat adalah kalimat luar biasa yang bisa menarik minat banyak remaja puber. Secara, gimana bisa pede kalo ada jerawat iseng yang nangkring di pipi, dahi dan yang paling parah di atas hidung. Ihh, bisa bikin bete berhari-hari tuw.

     Tapi, tenang aja, sayuran adalah cara alami menghilangkan jerawat. Waduh, maaph-maaph ya buat yang alergi konsumsi sayur ( aku juga kok :’[ hehehe ). Emangnya sayur berjenis apa sih yang ampuh kaya gitu? Baca terus dech..

Jerawat muncul dengan alasan berbeda-beda pada tiap individu. Untuk cewek biasanya muncul saat menjelang / pra menstruasi, yang kadang kala munculnya keterusan dan ga mau ilang. Ada juga yang gara-gara kebersihan muka nggak terjaga. Malahan sering nih, tangan kita pengennya ngubek-ubek muka, padahal kita belum cuci tangan.

Ga perlu khawatir, ini dia tips menghilangkan jerawat:

1. Wajib hukumnya buat ngebersihin muka setelah ngelakoni kegiatan di luar ruangan dan sebelum tidur, meski hanya dengan mencuci muka.

2. Banyak mengkonsumsi sayuran daun kemangi dan petercelli. Dua jenis sayuran hijau ini bisa membantu mengatasi masalah jerawat. Untuk daun kemangi bisa dikonsumsi mentah setelah dicuci bersih, tapi paling pas kalo di makan bareng tempe, ayam bakar plus nasi anget. Wuih, bikin laper.. Untuk petercelli bisa dijadiin bahan di masakan capjay. Atur deeh..

Lakukan pembersihan dan konsumsi sayuran hijau diatas secara rutin. Ga terlalu ribet dan ga perlu ngeluarin biaya mahal kan, juga ga ada pengawet apapun. Cara alami telah tersedia, tinggal tentuin mana yang klik dengan kamu. Produk kimia atau sayuran?

Satu hal yang pasti, gak ada hal luar biasa yang didapat dengan
mudah, yang artinya semua hal luar biasa yang kamu impiin bakal
tercapai kalau kamu rutin ngelakuin perawatan dan teratur. .

SELAMAT MENCOBA YACH.........^_^

Sekilas Tentang Jepang

Jepang sebagai salah satu negri yang maju memiliki sistem publik yang teratur dan benar-benar memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Kehidupan ekonomi rakyatnya bisa dibilang merata. Kalaupun ada yang kaya katakanlah begitu, tetap perbedaannya gak sedrastis kalo di tanah air. Di sini yang punya kendaraan roda empat memberi kesempatan jalan kepada yang beroda dua. Umumnya di Jepang ini mayoritas penduduknya lebih menyukai berkendaraan dengan sepeda. Mental orang Jepang memang tidak dididik untuk minder karena keberadaan diri harus bersepeda ria.

Di negri ini pula, orang bebas melakukan apa aja yang mereka mau selagi hal itu tidak merugikan orang lain ato menyangkut kepentingan khalayak umum. Mau ciuman ato pelukan di depan umum, mau mabok ato ngoceh sendiri kayak orang gila sekalipun tak jadi soal, di sini manusia-manusianya sibuk sendiri-sendiri. Jangan membayangkan bakal ada pandangan aneh, sinis, dan keluar kata-kata yang gak sedap melihat pemandangan yang ada di sekitar. Dalam etika berpakaianpun gak ada aturan baku, semua bisa jadi fesyen, mau si cowok pake tas ala cewek sekalipun, itu dikatakan fesyen, mau pake pakaian norak sekalipun tetep jatuhnya fesyen. Jangan berharap orang-orang disini akan keluar omongan-omongan miring ngeliat cara berpakaian orang-orang di sekitarnya.

Adapun sedari kecil memang orang Jepang diajarkan untuk menerima segala perbedaan yang ada. Ketika anak-anak melihat ada orang gila ato orang cacat yang lewat di depan mereka, tidak akan kita dapati anak-anak tersebut mengolok-olok orang gila ato orang cacat tersebut. Orang-orang Jepang memang dibiasakan sedari kecil diajari untuk tidak merugikan orang lain. Walo si anak masih kecil sekalipun akan dicegah ato dimarahi oleh orangtuanya bila merugikan orang lain. Praktek-pratek semacam ini dan sikap saling menghormati banyak kita temui di Jepang. Berbeda kalo di tanah air, anak-anak kecil dianggap orangtuanya masih kecil sehingga dibiarin mengganggu kepentingan orang lain. Contoh kecilnya, ketika sedang bertamu ke rumah orang lain, biasanya si orangtua membiarkan anaknya yang masih kecil membanting remote ato memukul tv kepunyaan tuan rumah karena si orangtua menganggap anaknya belum mengerti padahal yang benar adalah si orangtua harus mencegah dan menjaga anaknya tidak melakukan hal tersebut.

Bila seorang pejalan kaki menghalangi jalan orang yang bersepeda, akan kita dapati antara si pejalan kaki dan si pengendara sepeda akan sama-sama mengucapkan kata “sumimasen ato gomen” yang artinya ”maaf”, bagaimana kedua belah pihak saling menghormati satu sama lain. Adapun bila kita mengalami suatu kesulitan dan kita meminta bantuan, pada umumnya orang Jepang membantu gak tanggung-tanggung. Terus terang selama saya hidup di Jepang banyak kemudahan-kemudahan yang saya peroleh. Disini orang-orangnya mo bantu siapa aja, gak memandang apakah dia tua ato muda, penduduk asli atopun orang asing, cakep ato jelek dan orang yang gak beruntung sekalipun mendapat tempat di negri ini.

Kebetulan tempat tinggal saya berdekatan dengan rumah sakit jiwa, yang stress dan gila numplek di sana. Dalam bayangan saya, orang-orang yang stress dan gila tersebut pasti dikurung seperti gambaran umum di tanah air. Kadang kala saya ngeliat orang-orang yang gila dan stress itu disuruh marathon (jalan pagi), kadang saya liat suka diajak berjalan-jalan dan melakukan aktivitas orang sehat lainnya. Ternyata mereka gak dianggap orang stress ato gila, mereka diperlakukan secara manusiawi dan sebagai orang yang sehat.

Jepang boleh dikatakan negri yang aman buat ditinggali para keluarga. Bagaimana tidak, akses-akses publiknya betul-betul menunjang kepentingan keluarga. Bagaimana pemerintah memudahkan penggunaan asuransi kesehatan bagi semua masyarakatnya. Semua masyarakat mempunyai asuransi kesehatan, apakah dia seorang pegawai negri ataukah dia seorang pegawai swasta, siapapun dia bisa memiliki asuransi kesehatan. Asuransi tersebut bisa digunakan di mana aja, apakah mau digunakan di pelayanan kesehatan negri maupun swasta. Negri ini memang betul-betul memikirkan derajat kesehatan seluruh masyarakatnya. Gak akan kita temui orang pemakai asuransi kesehatan akan diberikan perlakuan di bawah standar kesehatan karena dianggap tidak mampu. Anggapan-anggapan sinis semacam itu gak ada di Jepang. Masyarakatnya tidak menganggap rumah sakit ato pelayanan kesehatan lainnya sebagai momok menakutkan. Semua masyarakat mencintai pentingnya hidup sehat dan menjaga kesehatannya dan bila mereka sakit, mereka gak akan takut ke rumah sakit dikarenakan kepentok masalah biaya. Semua masyarakat mendapat perlakuan yang sama, apakah dia kaya ato miskin, apakah dia orang asing ato penduduk asli, semua mendapat perlakuan yang sama. Adanya kebijakan biaya di pelayanan kesehatan negri maupun swasta tidak jauh berbeda dan kebijakan harga obat antara apotek negri maupun swasta bisa dikatakan sama ato tidak jauh berbeda. Tak akan kita temui pihak swasta mencari untung sebesar-besarnya dengan meningkatkan harga obat.

Kalau anda tinggal di Jepang, anda akan melihat setiap ruas jalan untuk umum akan ditemui jalan khusus buat penyandang cacat penglihatan (buta). Di setiap traffic light dilengkapi tombol yang bisa dipencet para penyadang cacat. Hal ini menggambarkan bagaimana pemerintah Jepang betul-betul memperhatikan nasib penyandang cacat. Di setiap jalan yang ada di Jepang akan ada ruas-ruas jalan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda, hal ini meminimalkan resiko kecelakaan terjadi. Setiap tempat, apakah ibukota ato daerah sekalipun selalu dilengkapi taman-taman yang memungkinkan sebuah keluarga bermain-main di sana sehingga kemana aja kita pergi, akan kita temui taman-taman kota yang bersih dan tertata rapi. Negri ini sangat memperhatikan betul penghijauan dan mencegah berbagai macam polusi. Terus terang, selama saya tinggal di sini, tentu merasa aman membawa bayi keluar karena kendaraan roda empat tidak mengeluarkan asap kendaraan. Asikk bukan…semua aman dan terjamin.

Mental orang Jepang saya acungin jempol, mental penyabar dan mau ngantri. Orang Jepang pada umumnya mau ngantri untuk makanan yang dianggapnya enak. Pada dasarnya orang Jepang memang suka mencoba-coba makanan dan kalau saya perhatikan mereka suka segala macam makanan laut seperti gurita, kepiting, udang, berbagai ikan dll. Selain itu, mereka juga suka makan sayuran segar ato ikan dan udang segar yang dibuat “sushi”. Adapun dalam mengolah makanan lebih banyak dalam bentuk rebusan ato panggang, jarang sekali digoreng karena pada umumnya orang Jepang menjaga sekali kesehatannya selain mereka juga suka berolahraga. Maka tak heran orang-orang tua Jepang dibilang “sakti-sakti”, walopun mereka sudah berusia lanjut tapi mereka masih kuat jalan dan melakukan aktivitas lainnya.

Mental orang Jepang lainnya adalah jujur dan tidak suka mengambil barang yang bukan haknya. Saya pernah membuktikannya sendiri, barang ditaruh di mana aja gak bakal hilang, kalaupun hilang bearti yang mengambilnya orang asing. Dan sayapun pernah membeli barang yang ternyata barang tersebut ada cacatnya, si penjual serta merta memberitahukan bahwa barang yang akan saya beli ada cacatnya dan si penjualpun menawarkan barang yang lain dan menanyakan keseriusan saya membeli barang tersebut. Seandainya saya serius membeli barang cacat tersebut, si penjual akan memberikan potongan harga. Kalau ingin berdagang yang jujur, belajarlah cara berdagangnya orang Jepang. Persaingan dagang mereka dikatakan persaingan sportif, jadi tak masalah buat mereka bila banyak didirikan toko-toko yang menjual barang yang sama.

Adapun dalam hal membayar harga barang yang kita beli, biasanya si penjual menyebutkan secara jelas harga barang yang tercantum dan akan mengembalikan sisa uang secara utuh, tak ada istilah kurang ato ganti permen karena tak ada kembalian. Antara penjual dan pembeli sama-sama diuntungkan dan merasa puas.

Dengan tekhnologi tinggi yang dimiliki negri ini tentu saja memudahkan segala urusan. Pemerintah tak perlu menyiapkan petugas penjaga untuk melihat apakah ada kecurangan-kecurangan di setiap tempat karena setiap tempat umum kecuali toilet dan kamar ganti dipasang kamera. Kalaupun ada pos-pos polisi yang dilengkapi dengan kendaraan bebek taon 70-an, itu hanyalah sebagai fungsi kontrol aja. Beli minuman ada vending mesin, beli tiket apapun dikelola oleh mesin-mesin pencetak tiket, keluar masuk stasiunpun dicek oleh mesin-mesin tiket, bila tiket yang kita beli tidak sesuai harga dengan tempat pemberhentian kita, tentunya kita tak bisa melewati pintu keluar, kita harus membayar kekurangannya dulu untuk bisa keluar. Jadi, untuk orang-orang yang suka mencari kesempatan untuk gak jujur, gak akan pernah nyaman tinggal di Jepang ^-^

Bila kita mengunjungi pelayanan publik di Jepang, gak akan kita temui orang berleha-leha dan ongkang-ongkang kaki, semua sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sistem kerja di Jepang sifatnya merangkap, jadi semua yang bekerja harus bisa dan menguasai semua hal. Suatu kali saya pernah datang ke kecamatan setempat mengurus KTP, semua sibuk dan tidak satupun saya lihat baca-baca koran ato majalah dan bila ada yang datang, mereka langsung antusias menanyakan keperluan kita dan bila ada masalah yang timbul, mereka berusaha membantu menyelesaikanya, tak ada istilah “maaf, saya sedang sibuk ato pura-pura tidak tau”, mereka betul-betul mengabdi terhadap pekerjaan yang mereka jalani. Beda sekali kalo dibandingin dengan pelayanan publik di tanah air, sesama pegawai bisa bercanda ria, ada yang sambil baca koran ato majalah, kalo ada yang datang bawaannya santai dan gak antusias, semisal yang datang gak bilang apa-apa, sampe taon depan gak bakal ditanyain petugas di tempat, yaa pokoknya jeleklah pelayanan publik di tanah air, gak hanya sistemnya yang jelek tapi juga mental orang-orangnya walaupun gak semuanya.

Ketika saya mengurus KTP di kecamatan Fuchu, Tokyo, waktu itu saya melihat seorang kakek sedang duduk dan tidak mendatangi petugas untuk menanyakan keperluannya, dia hanya diam dan sepertinya kebingungan. Tanpa saya sangka-sangka, ada petugas yang menghampiri si kakek dan berkata dengan lembut sambil menjongkok menghadap si kakek, serta merta mereka mengerti apa yang sebetulnya diinginkan oleh si kakek. Betul-betul mereka menghormati siapa aja yang datang…

Pernah suatu kali saya mengajak anak saya yang berusia 9 bulan ke supermarket. Tanpa sepengetahuan saya, kakinya menendang buah tomat sehingga tomat-tomat itu berhamburan. Dalam bayangan saya waktu itu adalah saya harus membayar semua tomat-tomat yang hancur, ternyata petugasnya bilang “tidak apa-apa” walopun saya sudah bilang berkali-kali bahwa saya akan membayar semua tomat yang rusak.

Di waktu yang lain pula, saya pernah menanyakan ke petugas supermarket dimana tempat kunyit. Terus terang, saya tak bisa bahasa Jepang sehingga yang jadi andalan saya adalah bahasa Inggris. Tentu saja, umumnya orang Jepang tak bisa bahasa Inggris tapi si petugas berusaha semaksimal mungkin mengerti apa maunya saya. Pada akhirnya, si petugas minta saya menunggu sebentar dan diapun memanggil temannya yang bisa bahasa Inggris dan masalahpun terselesaikan. Jangan dibayangkan jumlah petugas supermarketnya banyak dan bukan karena mereka punya cukup waktu untuk mengurusi konsumen melainkan bagaimana mereka memuaskan konsumen. Di Jepang jumlah petugas yang berkerja tidak banyak, Jepang mengutamakan jumlah pekerja se-efektif dan se-efisien mungkin sesuai kebutuhan dan pekerjaannyapun sifatnya lagi-lagi merangkap. Itulah Jepang…

Ternyata baru saya tau bahwa setiap pasien di rumah sakit manapun tidak diwajibkan harus membayar biaya rumah sakit saat itu juga. Ada keringanan-keringanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit tergantung kemampuan pasien. Begitu juga dalam hal ngambil uang di bank, tidak ada istilah dipotong. Dalam penggunaan kartu kreditpun, tidak ada istilahnya nasabah dikenai bunga bila terlambat bayar. Biasanya nasabah ditelpon untuk diberikan peringatan, bila tidak ada tanggapan kartu kreditnya diblokir, hanya itu…gak ada istilah diteror ato sejenisnya. Dalam pengurusan kartu kreditpun tidak perlu mengecek apakah dia orang kaya ato miskin tapi cuma disesuaikan jumlah uang yang bisa dicashing disesuaikan dengan kemampuan. Saya bisa punya kartu kredit walaupun saya seorang ibu rumah tangga yang tidak punya penghasilan apa-apa. Lagi-lagi sangat berbeda sekali dengan negri kita sendiri…

Di Jepang, pekerjaan bertani dianggap sama baiknya dengan pekerjaan lainnya. Orang Jepang malah bangga bila harus berprofesi sebagai petani, begitu juga anak-anaknya gak merasa harus malu memiliki orang tua sebagai petani, bahkan umumnya orang Jepang kalo ditanya setelah pensiun mau jadi apa, jawabannya justru pengen jadi petani. Para petani di negri ini berkembang dengan maju karena sistem yang bagus dan tingkat tekhnologi yang canggih. Umumnya setiap petani memiliki mesin-mesin bertekhnologi yang memudahkan pekerjaan mereka. Jangan dibayangkan petani di Jepang ini seperti petani di tanah air yang dekil, jorok, dan keliatan kayak orang susah.

Meskipun tingkat keamanan tinggi di negri ini tapi saya tetap waspada. Mengapa demikian?? karena di negri ini mayoritas penduduknya tidak beragama mengakibatkan banyaknya orang-orang Jepang yang stress jadi sepatutnya kita jangan terlena begitu saja. Menyebrang jalanpun harus tengok kanan-kiri walopun sudah pasti semua kendaraan akan berhenti bila lampu hijau untuk pejalan kaki sudah menyala. Dan harus diingat pula, yang tinggal di Jepang ini tidak hanya orang Jepang saja tapi juga orang-orang dari berbagai negara yang menjadikan berbagai macam bentuk sikap mental. Jadi yaa harus tetap berhati-hati dan patut diingat pula orang Jepang tetaplah manusia, ada yang baik dan ada yang jahat, ada yang rajin dan ada yang malas tapi pada umumnya sifat dasarnya “Tak mudah akrab dengan orang yang baru dikenal dan lebih jawa dari orang jawa”. Ini menurut saya lhoo, mungkin anda-anda yang pernah tinggal di Jepang dan lebih mengetahui seluk beluk tentang Jepang punya pendapat yang berbeda. Silakan saja bila ada yang mau menambahkan…

Salam Persahabatan dan Persodaraan Selalu…

ARTI SEBUAH PERTEMUAN

Saat kau hadir dalam hidupku
Dunia ini terasa amat indah
Dan senyum manismu
Yang mampu mengusik kesepian hati ku
   Di saat aku membutuhkanmu
   Kau slalu hadir dan setia menemaniku
   Dan di saat ku berada dalam gelapnya malam
   Kau menerangiku dengan lentera kasihmu
          Tapi itu semua tlah sirna karena aku pun tlah pergi
          Pergi tuk slamanya dan takkan kembali
          Andai aku mampu mengulang waktu
          Ku kan mendampingimu saat kau hembuskan nafas terakhir
      Aku menyesal
  Sesalku bukan karena perpisahan
  Tapi sesalku karena ku mengenalmu
  Mengapa ku harus mengenalmu kalau ku harus berpisah
  denganmu
          Waktu terus bergulir
           Dan menambah luka di hati ini
          Tapi ku coba tuk tetap bertahan
          Dan harus ku terima semua kenyataan ini
 Meski ku sulit tuk melupakan mu
 Kutak ingin kau tersiksa karena aku  
 Istirahatlah dengan tenang dan damai
 Do’aku kan slalu mengiringi langkahmu.